Kenapa pencarian detail perlu dua bahasa
Tim AEC di Indonesia menulis “waterproofing”, “kedap air”, dan “membran” untuk hal yang sama.
4 menit baca · contoh konten, bukan pedoman teknis
Gambar kerja di Indonesia jarang memakai satu bahasa. Catatan material bercampur Indonesia dan Inggris, nama sistem mengikuti brosur produsen, dan setiap orang punya kebiasaan sendiri. Pencarian yang hanya mencocokkan kata persis akan melewatkan banyak detail.
| Ditulis sebagai | Juga ditemukan lewat |
|---|---|
| kedap air | waterproofing, membran, anti bocor, tanking |
| sambungan | connection, joint, koneksi |
| penahan api | fire stop, firestop, fire collar |
| dinding tirai | curtain wall, fasad kaca |
| ambang | sill |
Cara Detarva menanganinya
Setiap istilah diperluas lewat kamus sinonim, lalu dicocokkan ke judul, tag, material, jenis detail, proyek, dan sheet — masing-masing dengan bobot berbeda. Setiap hasil menyebut alasannya, misalnya “kedap air” → waterproofing · tag.
Batasnya
Kamus tidak memahami konteks. Istilah yang belum ada di kamus dicari apa adanya, dan singkatan internal firma perlu ditambahkan sendiri. Pencarian di aplikasi yang memahami maksud menutup sebagian celah ini, tapi kamus tetap perlu dirawat.