Menamai detail supaya bisa ditemukan lagi
Pola sederhana — elemen, kondisi, varian — yang membuat detail mudah dicari lintas proyek.
5 menit baca · contoh konten, bukan pedoman teknis
Nama file seperti “DTL_final_rev3_baru.pdf” tidak menjawab pertanyaan yang paling sering muncul: detail apa ini, untuk kondisi apa, dan apakah masih berlaku. Begitu detail dipisahkan dari file-nya, nama yang baik jadi pintu masuk utama.
Pola tiga bagian
Pola yang paling mudah dijaga adalah elemen — kondisi — varian. Elemen menjawab “apa”, kondisi menjawab “di mana”, dan varian membedakan dua detail yang mirip.
| Elemen | Kondisi | Varian | Judul jadi |
|---|---|---|---|
| Parapet | beton atap | counter flashing | Parapet beton atap + counter flashing |
| Curtain wall | tepi pelat tipikal | stick | Curtain wall stick di tepi pelat tipikal |
| Tangga | umum | granit + nosing | Tangga umum beton granit + nosing |
Tag untuk istilah yang tidak masuk judul
Judul sebaiknya pendek. Istilah lain — sinonim, material, nama sistem — lebih cocok ditaruh di tag, karena pencarian membaca keduanya.
- Satu istilah per tag: “kedap air”, bukan “kedap air/waterproofing”.
- Tulis material seperti yang tertulis di gambar.
- Hindari kata “final”, “baru”, atau “revisi” — itu tugas nomor revisi.
Pertahankan nomor detail dan sheet
Nomor seperti 1/A-501 adalah alamat di set gambar. Simpan apa adanya: ia membantu orang lapangan mencocokkan detail di library dengan gambar cetak yang mereka pegang.